site hit counter Berwirausaha Dengan Cover Mobil – Cover Super

Berwirausaha Dengan Cover Mobil

Diantara sekian banyaknya anak muda di negeri ini yang berharap untuk menjadi seorang pegawai di lingkungan pemerintahan atau di sektor swasta, ternyata masih ada yang memilih menjadi seorang wirausaha sebagai jalan hidupnya. Lebih mengagumkan lagi wirausaha yang ditekuninya adalah membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Salah contohnya adalah Afrig Wasiso, MBA. (28), CEO Super Cover, perusahaan pembuat cover mobil atau motor. Saat tampil sebagai seorang pembicara dalam talkshow di UMY beberapa waktu yang lalu, Afrig Wasiso banyak sekali mengulas perjalanan bisnisnya sejak mengontrak di sebuah garasi di Jl. Kemitbumen, Yogyakarta, hingga mempunyai pabrik sendiri.

Setelah lulus dari S1 Fisip Universitas Indonesia di tahun 2009, Afrig Wasiso sempat bekerja di sebuah perusahaan konsultan branding, kemudian menjadi Public Relation di FISIP UI. Di tahun 2009 Afrig Wasiso melanjutkan kuliah S2 nya di Osmania University, Andhar Pradesh, India dan kemudian lulus tahun 2011. Sempat menikmati gaji tinggi ketika bekerja di luar negeri, Afrig Wasiso dengan dua temannya memutuskan pulang dan merintis usaha pembuatan cover sepeda motor dan juga mobil. Yogyakarta menjadi pilihan untuk memulai bisnisnya dan Afrig menyulap garasi di Jl. Kemitbumen menjadi sebuah ruang usaha bulan Oktober 2012.

Ketika memulai usahanya hal yang pertama dilakukan oleh Afrig bersama dua temannya adalah merekrut orang yang terbaik. “Sejak pertama, saya akan merekrut orang yang terbaik baik dari sisi karakter ataupun kompetensi. Ketika kita merekrut orang terbaik pasti segalanya akan lebih mudah,” kata Afrig Wasiso. “Prinsip kita adalah people don’t change, karena hanya yang berkarakter dan mempunyai kompetensi terbaik,” kata Afrig Wasiso dalam talkshow beberapa waktu lalu.

Kemudian, untuk membangun perusahaan yang memiliki daya saing global, Afrig Wasiso juga membangun budaya. “Ketika kita dapat menginstal sebuah karakter yang baik maka semuanya akan berjalan dengan otomatis,” terang Afrig Wasiso. “Dengan sendirinya, orang tersebut akan berangkat tepat waktu dan juga dengan sendirinya orang tanggung jawab kepada pekerjaan dan sebagainya,” imbuhnya.

Berlainan dengan budaya yang sudah diciptakan oleh perusahaan lain, Afrig Wasiso berusaha untuk membentuk budaya yang unik. “Di perusahaan kami pegawai tidak boleh untuk saling menyalahkan, tidak boleh beralasan, jika ada masalah harus segera mencari solusinya, harus tampil ceria, bila sudah sepakat haruslah selesai, harus terus-menerus belajar dan hadapi kenyataan di luar sana,” kata Afrig Wasiso.

Dengan membentuk budaya seperti contoh diatas sekarang Afrig Wasiso dengan karyawannya berhasil mengembangkan bisnis mereka sehingga memiliki pabrik sendiri. Bahkan Afrig Wasiso juga pernah menerbangkan 15 karyawannya ke negara-negara ASEAN selama jangka waktu satu minggu untuk memberikan edukasi kepada mereka dan perluasan pasar. “Selama satu minggu, mereka kami beri uang saku dan juga kumpul di Singapura,” tutup Afrig Wasiso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *