site hit counter Berbisnis Sarung Mobil – Cover Super

Berbisnis Sarung Mobil

Seiring dengan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, kepemilikan mobil tidak dipandang lagi sebagai sebuah prestise. Belakangan, kepemilikan mobil dianggap suatu keharusan. Apalagi untuk mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Maklum, karena fasilitas transportasi umum yang ada, masih kurang baik maka membeli mobil menjadi pilihan.

Di musim hujan ini, salah satu yang menonjol adalah bisnis sarung mobil. Sarung mobil menjadi kebutuhan dalam melindungi mobil dari hujan, panas matahari, debu, dan kemungkinan goresan dari tangan-tangan jahil.

Salah satu orang yang jeli menangkap peluang tersebut adalah Dani Prawira. Awalnya, Dani hanya menjadi reseller. Menjadi reseller sarung mobil, ia lakoni sejak 2009 sampai 2014. Namun, banyaknya keluhan dari konsumen membuatnya berpikir membangun usaha sarung mobil sendiri. Sejak menerima protes itu, Dani memutuskan menciptakan produk sarung mobil sendiri, yang bernama sarung mobil.

Setelah membulatkan tekad, Dani mengawalinya dengan riset bahan baku yang berkualitas baik untuk sarung mobil. Dia pun mencari bahan-bahan tersebut ke produsen garmen yang ada di kota Bandung dan menemukan bahan baku yang bagus yang berasal dari Korea Selatan.

Sesudah mendapatkan sumber bahan baku, Dani kemudian membutuhkan modal untuk menjalankan usaha. Dia mengaku tidak mengeluarkan modal sama sekali karena sumber uangnya berasal dari investor yang mau mengucurkan dana hingga Rp 50 juta. Dari modal itu, Dani mulai memproduksi sarung mobil di akhir tahun 2014.

Saat itu, Dani hanya menjual produknya berdasarkan pesanan dan juga membuka workshop di ruko di kawasan Bogor, Jawa Barat. Dani masih belum berani untuk memproduksi sarung mobil karena harga bahan baku yang dia rasa masih mahal. Jadi, dia hanya membuat sesuai dengan pesanan supaya modalnya tidak terlalu banyak. Dengan demikian juga, konsumen bisa memilih model dan juga warna cover mobil sesuai keinginan mereka.

Dani tidak begitu kesulitan untuk memasarkan produknya. Ia menjualnya mulai dari lingkungan yang terdekat, yaitu para pengguna mobil yang tergabung ke dalam komunitas mobil tempat ia menjadi anggota. “Anggota klub mobil biasanya akan tahu kualitas bahan sarung mobil yang bagus ataupun tidak dibandingkan penggunaan kendaraan lain,” kata Dani.

Saat ini, Dani sudah menjual produk sarung mobil mulai dari harga Rp 450.000 sampai Rp 1 juta untuk sarung mobil dan sekitar Rp 200.000 sampai Rp 400.000 untuk sarung ban, tergantung ukuran ban tersebut.

Untuk memproduksi sarung mobilnya, Dani tidak terlalu membutuhkan banyak karyawan. Hingga saat ini, dia hanya mempekerjakan enam orang karyawan dengan produksi rata-ratanya mencapai 10 unit cover mobil per harinya. “Dari situ, omzet kami ada sekitar Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan. Tapi kalau ada pesanan ekspor, omzetnya bisa naik dua kali lipat,” tutup Dani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *